TEAM BUILT of MY LIFE

Never judge the book by it’s cover, kayanya idiom idiot itu berlaku buat hidup gua saat ini…gua udah antipati sebelumnya acaara kumpul kumpul anak anak kantor bakalan basi abis. secara mungkin karena emang mahluk disini kebanyakan sudah menikah n dijamin mereka jelas mentingin waktunya buat keluarga. gua juga ngga nyalahin mereka akan keadaan. kalo gua udah merit jelas gua akan lebih mentingin keluarga gua daripada pecicilan ‘teu pararuguh’ di holiday inn.

akhirnya dengan setengah ‘memaksa’ my BIG boss (in terms of the real BIG) mengajak semua mahluk agar bisa ikutan di acara team building. Reni sebagai ibu negara yang ngelakonin panitia SINGLE FIGHTER dengan ngedumel, mendata seluruh peserta meskipun sejak awal rencana yang begitu mepet, dadakan, penuh dengan intrik, sinis, dan sirik nyampe juga di holiday resort. judulnya pokoknya acak adul, secara emang kaga ada yang mau ngurusin beginian.

Nothing special diawalnya, gua salut juga ama pihak training (yang kecentilan minta neak seaplane sementara kita berame rame naek boat) bisa menyatukan mahluk purchasing yang notabene ahli dalam hal kutuk meng-kutuk. (turunan emaknya malin kundang kali yah!). kita bisa mentertawakan temen kita sendiri dengan puas (karena emang itu keahlian kita….gua maksudnya), bisa kerjasama, bisa menjadi malaikat sekaligus setan, bisa menjadi teman sekaligus lawan. dan yang pastinya gua terheran heran dengan kemampuan bapak bapak yang tetap dengan semangat 45 mengerjakan segala macem tugas yang bisa dikatakan ‘cemen’ atu kaga penting. Celetukan, ejekan, dan cemooh tetep jadi hiburan tersendiri, meski perih tapi itu memang kenyataannya.

Segala macem kegiatan mulai dari yang mikir ampe yang tolol dilakonin kita semuanya, bareng bareng, seru abis. It’s about time to see them on the real world! Dan gua seneng aja bisa ngeliat keluarga mereka. Ada satu sisi dalam hidup gua, ada keinginan dalam hidup gua, agar bisa seperti mereka, bisa pecicilan diluaran tetapi begitu dekat dengan anak anak mereka, dan istri mereka, ….bisa berubah 180 derajat, bukan takut istri tapi mereka bisa nempatin posisi mereka (meskipun mereka kalo dikantor caur bin kampring abis!).

Gua bisa ngerasain gimana sayangnya wati ama anaknya, betapa bangganya suratman ama ilham karena anaknya bisa merebut juara satu di hampir semua permainan. (apa karena emang pesertanya kaga ada gua juga kaga tahu dah) atau gimana david nyombongin kehebatan anaknya secara emang bandelnya sama. (gua yakin gedenya bakalan kegatelan bin keganjenan persis kaya dia). Ivonne yang langsung mendadak kondang sebagai baby sitter ato bahasa kerennya bibi emban bagi semua anak anak, ato Adi yang rela direcokin anaknya yang notabene buandel edan. well, again, like father like son, emang ada benernya…Masih banyak lagi…

Ditengah tengah gua yang masih meraba mereka, masih mencoba mengenal mereka lebih jauh, ditengah perbedaan pendapat, dengan adanya acara ini, gua jadi yakin mereka sebenarnya sama dengan gua…..terperangkap dalam lembah kumpulan kuda liar ini! Ha ha ha ha ha, karena mereka semua sama, punya keinginan, punya harapan, dan punya hati. It’s totally a new chapter of my life, another step ahead of my life. It just a beginning…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s