FLY AWAY…papi FRANS

Setelah 9 tahun bergelut dengan panas dan teriknya cuaca dan suasana di tambang ini, kesemuanya harus disudahi, harus sampai disini. Perjuangan papi frans di tambang akhirnya musti dihentikan. Diusia yang (dianggap) sudah tidak produktif ini papi masih menunjukan existensinya, tapi tetap yang namanya peraturan musti harus dijalani. semuanya harus dia lewatin. Retired….Pensiun…

Spread Your Wings and Fly Away with Me….thema itu gua ambil untuk ngebuat invitation buat Papi. well, Papi pergi bukan untuk pensiun, tapi untuk menikmati kebebasan hidup, kebebasan dari cengkeraman si-Koceng, dari komplain end user, dari tawar menawar dengan vendor, dan kebebasan dari bangun pagi, ngebuat report atau sekedar siang tengah bolong ngerokok di beruga, lari dari ke-penatan sesaat.


Rantung beach jadi keriaan malem itu, semuanya bernyanyi, senang, gembira. JD, Black Label, Jim Beam, Wine, Cognac, ikutan meramaikan suasana malem itu. Malam ini sembenarnya bukan malam perpisahan tetapi malam Bakat anak anak Purchasing. karena semua bakat terpendam dari anak anak muncul malem itu. Pak Hermanto yang nota bene kalo ngga ditabok kaga ngomong, malem itu langsung menyambar buku lagu dan ikutan nyanyi, tak terkecuali Mas didit, malah narik narik microphone mau nyanyi mlulu. Ada pula yang jadi pemain gitar dadakan- Oom Martin, ato sekedar jadi penari latar. sebenarnya acara malam itu bisa dibilang sederhana banget, jauh dari kesan hura hura, jauh dari suasana hingar bingar disco, namun semuanya berasa akrab. bahkan Reni, meng-klaim, barukali ini purchasing departement dateng bersama dan menyanyio bersama. kebanyakan emang seringnya mabok bersama….(meskipun diujungnya juga demikian..he he he he he he he)


I Have a Dream lagu ini jadi the moment of truth malem itu. nyanyi bareng melepas Papi untuk bebas pergi mengejar impiannya. sebuah poster gedhe dengan foto papi, plus gambar beruga kantor yang sudah kondang dengan intrik munafik dan sirik dihadiahkan buat Papi. Jam Tangan (meskipun masih berupa sertifikat dulu -karena blinya musti di jakarta) dihadiahkan ke Papi juga. biar dia inget, time is ticking, life is too short to complain. live and life it. Rakyat Taliwang atau seputaran Maluk – Benete ngga ada yang menunjukkan batang idungnya. kecuali Mba Ira! salut for Her! That’s what i called friend!

Padahal gua belum begitu dekat dengan Papi, yang gua yakin dia sikapnya lebih ‘nrimo’ dibanding orang jawa manapun. dia juga begitu santun, cukup dengan senyum meski ngedumel. terkenal dengan Mr NO COMPLAIN. beda dengan bossnya yang always living with complain and horrible in many levels. toh Papi tetap bisa ngejalanin and deal with that Koceng. satu lagi teman gua yang pergi dari tempat ini. Sedih juga…ngga ada Papi di samping ivone lagi. ngga ada yang bisa gua colek colek buat sekedar ngegodain dia. atau sebagai bahan celotehan Sutardi dan Mik Oting. Selamat Jalan Papi, selamat menikmati hidup sebagai mana layaknya sebuah kebebasan. i will miss you as always! we do!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s