MENCARI KATA ‘maaf’

pernah ngga ngerasain pengen melawan sistem yang ada, tiba tiba musti berbenturan dengan sistem yang berlaku selama ini stagnant, yang selama ini sistem tersebut untouchable yang ngga bisa dikenai sangsi apapun, bak sebuah corps diplomat yang ngga bisa disentil sekalipun. entah sebuah ketakutan akan kehilangan atau ada motif apa sehingga kita ngga bisa menggugat kesalahan tergugat. sebegitu hebatnyakah sebuah insitusi sehingga bisa memutar balikan fakta, menjadikan yang salah menjadi benar.
kejadian ini baru terjadi hari ini. dan ini lumayan ngebuat gua migren pusing ngga keruan
mengejar KPI, expedite, membuat PO, termasuk didalemnya berantem ama supplier, ama end user dan ama logistik sudah jadi hal jamak dalam kegiatan sehari hari. entah kenapa gua yang selama ini paling males ketemu ama konflik dan lebih baik mencari solusi mendadak jadi beringas, mendadak sontak gua berontak.
gua sudah menanyakan order gua dimana, bagaimana nasibnya, tak ada jawab tak ada respons. kemudian tiba tiba ngga ada angin ngga ada hujan gua disuruh untuk menutupi kesalahan yang mereka buat! FOR GOD SAKE! tanpa minta maaf atas akan kesalahan mereka, why is it so hard to say i’m sorry?
yang ada malah menyalahkan menuding dan terlebih membuat gua repot! dengan entengnya mereka menjawab seperti ngga ada angin ngga ada hujan, seenak jidatnya mereka menganggap semuanya enteng. kemana mereka saat gua tanya, kemana mereka disaat gua butuhkan.
apa susahnya bagi setiap umat ini kerja sama bareng, hand in hand bukan saling sikut cari selamat masing masing, mencari muka demi sebuah gengsi, sebegitu nistanyakah bagi seseorang untuk mengakui kesalahan dan berjiwa besar meminta maaf? hanya itu yang gua butuhkan sebuah jiwa besar sebuah hati. sebuah kata maaf
gua yakin, posisi gua pasti akan kalah, gua yakin pasti gua yang akan jadi kambing hitam. tetap buyer tanggung jawab akan apa yang terjadi. memang menyakitkan. bos gua sendiri pasti akan berpihak kepada mereka. entah kenapa dia musti berpihak kepada yang salah, entah kenapa dia ngga bisa dengan mata jelas bahawa intitusi besar ada juga salahnya, dan gua juga ngga tahu kenapa seorang atasan bukan membela bawahannya tetapi justru semakin membuat bawahannya tertekan.
apakah gua salah mencari kebenaran? apakah gua mencari salah?
gua hanya mencari sebuah kata maaf …… itu saja

2 thoughts on “MENCARI KATA ‘maaf’

  1. sing sabar yo…cah bagoes ? mungkin itu udah takdir loe untuk selalu jadi obyek penderita setelah loe menjadikan diriku obyek penderita loe.
    Seperti apa yang temen ku bilang :
    ” We make them cry who care for us. we cry for those who never care for us. and we care for those who never cry for us.
    This is the truth of life…,its strange but true. once you realise this, its never too late to change.”
    loe artiin dech sendiri… yang pasti ngga’ ada salahnya to untuk menjadi o’oq yang lain…pikirkan itu, I told you many time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s